Selamat datang di blog pembelajaran sejarah kelas X semester 2 !

Sabtu, 17 November 2012

Asal-usul dan persebaran manusia di kepulauan Indonesia


A. Teori Kehidupan di Bumi
Perkembangan bumi dapat diketahui melalui penelitian geologi, yaitu penelitian tentang lapiosan kulit bumi. Perhatikan bagan pembagian zaman berdasarkan geologi di bawah ini :

Pembabakan zaman kehidupan di bumi dengan ciri-ciri seperti tabel di bawah ini :

ARKAEZOIKUM Zaman tertua 2500 jt tahun lalu bumi dlam proses pembentukan , kulit bumi sangat panas , tidak ada tanda kehidupan
ALEOZOIKUM Zaman sekitar 340 jt tahun lalu , keada bumi terus berubah , kehidupan mikroorganisme mulai muncul , ada aves,amfibi,reptil & disebut zaman primer
MESOZOIKUM Zaman 140 jt tahun lalu ,perkembangan kehidupan sangat pesat, binatang yang hidup sangat besar ( - saurus ) , & disebut dengan zaman reptil
NEOZOIKUM Zaman di mana terdapat manusia dimana terdapat zaman tersier & kuarter ( kala plestosin ) dan ( (kala holosin )

B. ASAL USUL DAN PERSEBARAN NENEK MOYANG BANGSA INDONESIA
Berdasarkan kesimpulan para pakar, nenek moyang bangsa Indonesia bukanlah manusia-manusia purba, seperti Pithecatropus erectus, homo soloensis, ataupun Meganthropus palaeojavanicus. Hal ini disadari pada pendapat bahwa jenis-jenis manuisa purba sudah terlebih dulu punah sejak ribuan tahun yang lalu. Setelah kepunahan manusia-manusia purba tersebut kepulauan Indonesia dihuni oleh manusia dari ras Austronelanosoid yang diperkirakan berasal dari teluk Tonkin, Yunan.
Cara untuk mengetahui asal usul nenek moyang Indonesia dapat dilakukan dengan berbagai analisis, antara lain dengan menelisuti persebaran rumpun bahasa dan persebaran hasil-hasil budayanya.
Bahasa yang tersebar di Indonesia termasuk rumpun bahasa melayu Austronesia. Rumpun bahasa ini meliputi wilayah yang luas, mulai dari Madagaskar di Afrika sampai Melanesia dan Polinesia di Samudra Pasifik. Penggunaan bahasa Melayu Austronesia di wilayah yang luas itu erat kaitannya dengan persebaran penduduk yang menggunakan bahasa tersebut.
Berdasarkan penemuan bukti-bukti sejarah di berbagai wilayah di Indonesia, dapat disimpulkan bahwa penyebaran hasil budaya nenek moyag banghsa Indonesia berlangsung melalui dua jalur. Jalur Barat dan jalur Timur. Salah satu hasil budaya manusia purba yang memiliki pola penyebaran tertentu di Indonesia adalah kapak persegi dan kapak lonjong. Kedua jenis kapak ini merupakan benda prasejarah zama Neolihikum. Jika dirunut berdasarkan jalir penyebarannya, kapak persegi bamyak ditemukan di daerah Teluk Tonkin, Malaysia, Sumtera, Jawa, Kalimantan. Sedangkan kapak lonjong banyak ditemukan di Indie, Myanmar, Cina, jepang, filipina, Minahasa, halmahera, Kepulauan Maluku, dan Papua.
Pada zaman batu besar (Megalitjikum0, hasil-hasil budaya yang ditemukan di Indonesia adalah menhir, dolmen, keranda, kubur batu, arca batu, serta punden berunda.Penyebaran hsil budaya nenek moyang bangsa Indonesia pada zaman ini tidak memperlihatkan pola-pola tertentu. Hal tersebut berbeda dengan penemuan kapak persegi dan kapak lonjong yang memperlihatkan pola dan jalur penyebaran yang jelas.
Penyebaran hasil budaya ini seiring dengan penyebaran manusia purba di Indonesia.

Bangsa melayu sebagai nenek moyang bangsa Indonesia sekarang dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :
1) Bangsa proto melayu
Bangsa ini masuk melalui Indonesia melalui dua jalan yaitu jalan barat(semenanjung melayu dan Sumatera ) dan timur (Filipina ke Sulawesi dan tersebar ke seluruh Indonesia ) mereka setingkat lebih tinggi dari homo sapiens budayanya adalah kapak lonjong dan persegi. Pada masa sekarang maih dapat ditemukan keturunan bangsa Proto Melayu seperti ( Dayak, Toraja, Batak, Papua )

2) Bangsa Deutro melayu
Bangsa ini masuk ke Indonesia secara begelombang . Masuk melalui jalan barat , semenanjung Malaya ke Sumatera dan akhirnya ke seluruh Indonesia ( keturunan Deutro Melayu adalah suku bangsa Jawa, Melayu, Bugis, Minang ) . Benda- benda hasil kebudayaan mereka terbuat dari logam dan mereka setingkat lebih tinggi peradabanya di bandingkan Proto Melayu ). Hasil budayanya : ( kapak corong , nekara , bejana perunggu dan lain lain )

Arah Persebaran Nenek Moyang Bangsa Indonesia dari Yunan



C. PERKEMBANGAN TEKNOLOGI DAN SISTEM KEPERCAYAAN AWAL
MASYARAKAT INDONESIA


a. Masyarakat berburu dan berpindah-pindah
1. Perkembangan teknologi :
a. Kehidupan masih sangat sederhana
b. Peralatan yang mereka ciptakan juga masih sederhana
c. Alat-alat tersebut terbuat dari bahan-bahan yang ada di liongkungan mereka seperti batu, kayu, tulang, dan tanduk rusa
d. Peralatan dari tulang dan tanduk rusa digunakan untuk mencabut ombi-umbian atau menikam binatang buruan
e. Peralatan utama adalah kapak perimbas (chopper) dan kapak penetak (chopping tool)


2. Sistem kepercayaan:
Perkembangan sistem kepercayaan pada masyarakat Indonesia berawal dari kehidupan masyarakat berburu dan mengumpulkan makanan yang dapat dirinci sebagai berikut :
a. Kepercayaan ,masyarakat pada dewa-dewa tergambar pada lukisan di dinding gua
b. Lukisan itu juga mengandung arti kekuatan atau simbol kekuatan pelindung untuk mencegah roh jahat
c. Lukisan itu juga berkaitan dengan keperluan ilmu perdukunan, misalnya untuk meminta hujan dan kesuburan atau memperingati suatu kejadian penting


b. Masyarakat bercocok tanam dan beternak
Dalam khidupan menetap manusia sudah dapat meghasilkan sendiri kebutuhan-kebutuhan hidupnya, walaupun tidak seluruhnya. Namun demikian, dalam kehidupan menetap pola pikir manusia terus berkembang dan semakin maju

1) Perkembangan tekmologi pada masa menetap dapat dirinci sebagai berikut :
a. Mereka telah mampu membuat tempat untuk memasak dan menyimpan makanan
b. Tempat memasak tersebut dari tanah liat yang dibakar (gerabah)
c. Alat-alat penunjang dari batu sudah diperhalus
d. Sudah memuat peralatan dari batu indah (kalsedon), batu api dan batu lainnya

2) Sistem kepercayaan
a. Telah mempunyai pandangan tertentu terhadap kehidupan setelah kematian
b. Mereka mulai memberi penghormatan terakhir yang layak kepada orang yang meninggal
c. Mereka beranggapan bahwa orang yang meninggal akan pergi ke suatu tempat di dunia lain
d. Sebagai bekal untuk perjalanan yang jauh, anggota keluarganya menyertakan barang-barang tertentu bagi kehidupan mereka kelak di dunia lain
e. Apabila orang yang meninggal memiliki kekuatan lain atau berilmu, diharapkan jiwa orang tersebut masih dapat berhubungan dengan masyarakat yang ditinggalkannya, terutama untuk dimintai nasihat dalam memutuskan masalah

c. Masyarakat perundagian

1) Perkembangan tekmologi

Pada zaman ini, teknik peleburan biji logam, pembuatan benda-benda dari logam (tembaga, perunggu, dan besi), dan pembuatan rumah juga ditemukan

2) Sistem kepercayaan

a. Inti kepercayaan mereka adalah pemujaan kepada roh nenek moyang
b. Kepercayaan ini terus berkembang dan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat
c. Setiap tindakan atau kegiatan masyarakat yang dianggap penting harus didahului dengan upacara atau persembahan kepada nenek moyang
d. Kepercayaan dalam masyarakat perundagian mempunyai kedudukan yang sangat penting (terbukti dengan ditemukannya berbagai alat yang dipakai untuk melaksanakan upacara dan bangunan-banguan pemujaan)

Seyogyanya Anda tidak melihat kunci jawabannya terlebih dahulu, sebelum Anda selesai menjawab seluruh pertanyaan yang disajikan. Dan selanjutnya Anda dapat mencocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban di bawah ini.
1. Teluk Tonkin
2. Rumpun bangsa melayu tua (proto Melayu)
3. Kebudayaan Dong Son
4. Melayu Austronesia
5. Mesolithikum, Neolithikum, Zaman Perundagian

1 komentar:

Poskan Komentar

Budayakan komentar yang bersifat membangun